Seekor ubur-ubur yang hidup di perairan Pulau Tasmania, Australia, sangat unik dengan nyala warna-warni pelangi, merah, jingga, kuning, hijau, biru, dan ungu berderet di bagian bawah tubuhnya...... #PERPUSTAKAAN ITJEN DKP# YANGON, KOMPAS.com - Ukuran tubuhnya tak seberapa hanya sekitar 1,7 centimeter. Namun, seekor ikan yang baru ditemukan di sungai di bagian utara Burma ini pantas disebut ikan drakula. Pasalnya,..... #PERPUSTAKAAN ITJEN DKP# JAKARTA, KAMIS - Ikan unik dari perairan Ambon dengan bentuk tubuh yang bulat seperti kodok dan motif lurik seperti batik di sekujur tubuhnya ditahbiskan sebagai spesies baru. Hasil pemeriksaan DNA..... #PERPUSTAKAAN ITJEN DKP# LAYAKNYA sebuah pesawat tempur, ikan aneh yang ditemukan di Samudera Pasifik ini memiliki kepala cembung yang transparan. Bagian pangkal mata dan organ dalam kepalanya terlihat jelas dari luar. #PERPUSTAKAAN ITJEN DKP# Di darat, kehidupan di Kutub Utara dan Kutub Selatan boleh berbeda, seperti beruang kutub hanya di utara dan penguin hanya di selatan. Namun di laut, kehidupan di kedua kutub Bumi bisa dibilang..... #PERPUSTAKAAN ITJEN DKP#
El Nino Modoki Fenomena Baru
Selasa, 25 Agustus 2009

Image
El Nino "gbr Illustrasi"
Fenomena El Nino atau menghangatnya suhu muka laut di Samudra Pasifik mulai menggejala akhir Mei lalu dan cenderung menguat pada bulan ini. Namun, melihat pola dan lokasi ”kolam panas”—areal permukaan laut yang menghangat—ada kecenderungan versi baru El Nino yang disebut El Nino Modoki.

Hal ini diungkapkan pakar cuaca dari Teknologi Inventarisasi Sumber Daya Alam Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (TISDA-BPPT), Fadli Syamsuddin, Jumat (21/8), melalui SMS. ”Ada kecenderungan anomali mengarah ke El Nino Modoki. Untuk memastikan, harus melihat kondisi terakhir,” ujarnya.

 

El Nino yang umumnya ditandai terjadinya anomali suhu muka laut di kawasan khatulistiwa di Samudra Pasifik disebut kolam panas. Hal ini mengakibatkan suplai uap air tinggi di kawasan Peru sehingga mengakibatkan banyak hujan di wilayah itu, sebaliknya kekeringan di wilayah Asia, terutama Indonesia.

 

Berbeda dengan El Nino, munculnya Modoki, bahasa Jepang, yang berarti ”serupa tapi berbeda”, ditunjukkan oleh adanya ”kolam panas” yang terkonsentrasi hanya di bagian tengah Samudra Pasifik. Bagian timur dan barat Pasifik tetap dingin.

 

Kondisi ini menyebabkan rendahnya suplai uap air atau terbentuknya awan hujan di Peru dan di timur Indonesia. Sejauh ini dari riset yang dilakukan peneliti Badan Riset Kelautan Jepang (Jamstec), wilayah Indonesia belum banyak diteliti. Fenomena ini juga baru dipublikasikan pada 2004 oleh peneliti Jamstec, tutur Fadli, yang meraih doktornya di Jepang.

 

Riset El Nino Modoki juga dilakukan peneliti dari Georgia Institute of Technology. ”Umumnya, El Nino menyebabkan menurunnya kejadian badai di Atlantik. Namun, tipe baru ini justru meningkatkan badai,” ujar Peter Webster, guru besar di Georgia Tech’s School of Earth and Atmospheric Sciences.

 

Menurut penelitian Webster yang muncul pada Jurnal Science edisi Juli lalu, El Nino Modoki lebih mudah diprediksi dibandingkan dengan El Nino. El Nino berubah menjadi Modoki oleh osilasi alami El Nino atau merupakan respons El Nino terhadap menghangatnya atmosfer atau karena La Nina mengubah struktur El Nino. (YUN)

Sumber:http://sains.kompas.com/read/xml/2009/08/24/08124679/el.nino.modoki.fenomena.baru

 

 
Berikutnya >

© 2010 PERPUSTAKAAN ITJEN DKP
Gd. Mina Bahari III Lt. 4 - 6 Kementerian Kelautan dan Perikanan RI Jl. Medan Merdeka Timur No. 16 Jakarta Pusat 10110 Telp 021 - 352 2310 / Fax 021 - 352 2310
Design : siwak_itk38@yahoo.com / sisiwak@gmail.com